Satu Langit Berjuta Mimpi, Last Ceremony SWASTAM17A di SMAN 9 Jeneponto.



A.Naufal Adelio, Jeneponto-BACA, Senin 30 Maret 2026, Pukul 20:00.

Gambar 1.1 Dokumentasi foto bersama angkatan 17 "Swastam17a".

Satu langit berjuta mimpi, Last Ceremony SWASTAM17A di SMAN 9 Jeneponto. Pada Senin, 30 Maret 2026, lapangan upacara SMAN 9 Jeneponto menjadi salah satu tempat yang penuh kenangan. Lapangan ini menjadi saksi bisu sebuah perpisahan yang menyayat hati sekaligus indah. Di bawah hamparan langit yang sama, seluruh siswa kelas XII yang tergabung dalam Angkatan 17 "Swastam17a" berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera terakhir mereka. Upacara ini menjadi simbol berakhirnya masa belajar sebagai siswa/siswi di SMAN 9 Jeneponto.

Acara dibuka dengan pengibaran bendera Merah Putih yang sangat khidmat. Langkah tegap tim Paskibra yang membelah lapangan menjadi denyut pembuka yang membuat suasana seketika hening. Di bawah langit yang sama, Sang Saka Merah Putih berkibar dengan gagah, menjadi penanda bahwa masa berseragam putih abu-abu bagi Angkatan 17 "Swastam17a" telah mencapai garis akhir.

Gambar 1.2. Dokumentasi pengibaran bendera merah putih. 

Beragam ekspresi mewarnai jalannya acara, menghadirkan perpaduan antara haru dan kebahagiaan. Suasana emosional mencapai puncaknya saat paduan suara mulai melantunkan lagu "Hymne Guru". Melodi yang syahdu menggema di seluruh penjuru lapangan, seakan meruntuhkan pertahanan hati setiap yang hadir. 

Di tengah suasana haru tersebut, keceriaan sempat hadir melalui penampilan tarian dan flashmob dari para siswa. Gerakan yang dinamis dengan kostum berwarna-warni memberikan sentuhan estetika yang memukau. Penampilan ini seolah menggambarkan dinamika perjalanan Angkatan 17—penuh warna, energi, dan semangat. Kehadiran mereka menghidupkan suasana, menghadirkan senyum di tengah mata yang mulai berkaca-kaca.

Gambar 1.3. Dokumentasi penampilan tari oleh perwakilan siswa siswi angkatan 17 "Swatam17a".

Namun, Last Ceremony bukan sekadar seremoni penutup. Lebih dari itu, acara ini menjadi simbol eratnya hubungan yang telah terjalin antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Pada sesi salam perpisahan, siswa, guru, dan adik kelas saling berpelukan, menciptakan momen penuh kehangatan. Sesi ini menjadi jembatan emosional yang menghubungkan kenangan masa lalu yang manis dengan masa depan yang menanti. Di bawah satu langit yang sama, mimpi-mimpi besar pun dilepas, siap untuk terbang lebih tinggi.

Editor Penulis: Nur Alif Al Fajar Rahman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo tulis komentar anda disini