Hira Putricia Irfan. Jeneponto - BACA. Minggu, 28 Desember 2025. Pukul 15.05 WITA
Raih juara 3, tim SMA Negeri 9 Jeneponto unjuk aksi lawan pernikahan dini lewat lensa kamera dalam ajang Lomba Karya Video Edukatif Pencegahan Perkawinan Anak yang diselenggarakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pattiro Jeka, Bappeda Jeneponto, dan Forum Anak Turatea (Formatur).
Gambar 1 : Penyerahan Hadiah kepada M. Faturrahman Batara, juara 3 Lomba Karya Video Edukatif Pencegahan Perkawinan Anak
Lomba tersebut diikuti oleh peserta berusia maksimal 19 tahun dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan ide, bakat, serta kepedulian mereka terhadap isu sosial melalui media visual. Tim SMANSEL yang dipimpin oleh M. Faturrahman Batara berhasil merebut perhatian juri bersama dengan anggota tim lainnya, yakni Iin Fitriansyah, Almirah Putri Hardian, dan Nuridzzatir Rahma.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kolaborasi, dan semangat berkarya mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi sekolah.
Faktor utama yang berperan dalam pencapaian juara meliputi penyusunan konsep yang matang, pengambilan gambar yang terencana, serta proses penyuntingan video yang kreatif dan efektif. Seluruh tahapan tersebut dikemas secara maksimal sehingga pesan pencegahan perkawinan anak dapat tersampaikan dengan kuat dan menyentuh.
Melalui lomba ini, diharapkan upaya pencegahan perkawinan anak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta membuka jalan bagi anak-anak di Jeneponto untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan bahagia. Para pemenang lomba menerima hadiah dan piagam penghargaan dari Pattiro Jeka sebagai bentuk apresiasi.
“Pesan dan motivasi saya kepada siswa/i lainnya adalah agar terus berprestasi dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Selagi ada kesempatan, jangan ragu untuk mencoba. Jangan jadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti, tetapi jadikan kegagalan sebagai alasan untuk terus belajar dan menjadi lebih baik,” ucap M. Fatur Rahman Batara.
Editor Penulis : St. Annisa Ainiyyah Nurdin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ayo tulis komentar anda disini